-->

Monday, April 25, 2016

Sebelum Ditemukannya Pembalut, Ternyata Wanita Jaman Dulu Memakai 7 Media Ini

Pembalut Wanita Jaman Dulu - Setiap wanita akan mengalami menstruasi sekali setiap bulannya. Wanita yang sedang mengalami masa suburnya secara alamiah ini akan membutuhkan media khusus untuk menjalani fase sensitif tersebut. Nah, di saat menstruasi satu hal yang paling dibutuhkan wanita tak lain yaitu pembalut.
Pembalut dan wanita yang sedang menstruasi itu ibarat jari dan upil, hehe, bercanda. Bersyukurlah dengan kemajuan model pembalut dijaman sekarang, kita wanita jadi tak direpotkan bahkan tetap bisa beraktivitas seperti biasanya.
pembalut wanita jaman dulu
[Img source]

Bayangkan bagimana wanita jaman dulu menghadapi masa menstruasi mereka sebelum adanya pembalut? Duh pasti repot, riweh, ribet, sulit, susah, bahkan diluar dari kemampuan kamu ngebayanginya. Kamu boleh jawab YES or NO setelah membaca 7 media yang digunakan wanita jaman dulu saat menstruasi, sebelum adanya pembalut, berikut ulasannya:


1. Pembalut Kain atau Celemek

Pembalut Wanita Jaman Dulu
Pembalut Kain [img source]

Membuat pembalut sendiri berbentuk seperti bantalan dari celemek atau potongan kain tua, atau kain bekas. Muncul dalam sebuah catatan tertulis sejak abad ke-10. Sepanjang sejarah, wanita menggunakan berbagai macam media untuk menangani menstruasi. Beberapa contohnya yang dapat dilihat adalah sejenis bantalan yang dijahit dari celemek, potongan kain tua, kain bekas dan disebut dengan celemek menstruasi. Ini merupakan cara yang paling umum digunakan wanita pada abad tersebut.


2. Pembalut Dari Kulit Binatang

Pembalut Wanita Jaman Dulu Kulit Binatang
Pembalut Kulit Binatang[img source]

Membuat bantalan yang terbuat dari kulit hewan, kulit hewan juga sempat dimanfaatkan untuk menjadi media resapan darah menstruasi. Selain menggunakan potongan kain yang sudah kuno, orang Inuit (Eskimo) memakai kulit kelinci sebagai media resapan menstruasinya. 


3. Pembalut Herbal Dari Rumput Kering, Serat Sayuran dan Lumut

Pembalut Herbal Wanita Jaman Dulu Rumput Kering
Pembalut Herbal Rumput Kering[img source]
Sementara di Uganda yang dipakai adalah anyaman ilalang papyrus, yang dibentuk menjadi sebuah bantalan. Waktu jaman peradaban Yunani kuno, orang-orang disana harus mandiri menghadapi masa menstruasi dengan membuat pembalut mereka sendiri.
Caranya mereka menggunakan pembalut berupa “bantalan” yang terbuat dari lumut, serat sayuran atau rumput. 


4. Pembalut Dari Wol, Kapas dan Kertas

Pembalut Wanita Jaman Dulu Kapas
Pembalut Kapas[img source]

Masih jaman peradaban Yunani Kuno, berbagai macam bahan yang digunakan untuk pembalut wanita, yang disadari ternyata memiliki daya serap tinggi seperti wol, kapas maupun kertas. Wanita mulai menggunakannya sebagai bahan yang dimasukan kedalam kantong dan diselipkan di antara kedua kaki.


5. Pakaian


Pembalut Wanita Jaman Dulu Pakaian
[img source]

Jaman 1800-an, di abad ke-19, tak semua wanita beruntung bisa menggunakan pembalut. Paling tidak, mereka hanya bisa pasrah dan membiarkan darah haid mengalir begitu saja ke pakaian mereka, sebelum nantinya baru dibersihkan.


6. Mangkuk Menstruasi


Pada tahun 1867 ditemukan menstrual cup (mangkuk menstruasi). Mangkuk ini diletakan kedalam kantong kain yang dihubungkan dengan belt yang diikat di pinggang. Pada saat itu, wanita tidak menggunakan apa-apa dibalik roknya, sehingga jika sedang menstruasi, mereka memakai pembalut tersebut.
Pembalut Wanita Jaman Dulu Mangkuk Menstruasi
[img source]
Pada tahun 1876, bahan dari mangkuk menstruasi tersebut diganti bahannya menjadi bahan karet yang memungkinkan dapat menampung darah haid, lalu terus mengalir melalui selang menuju ke kantong penampungan yang digunakan diluar badan. Namun, yang menggunakan menstrual cup hanya orang-orang tertentu saja. Orang miskin masih menggunkan kain yang bisa dicuci sehingga bisa dipakai berulang kali, karena mereka tidak sanggup membeli menstrual cup.

7. Tampon (Tampax)

Tampax atau tampon diciptain pertama kali pada tahun 1930 dan memberikan pilihan lain untuk wanita menstruasi. Tampon sendiri berfungsi dan dibuat dari bahan yang sama dengan pembalut, namun dimampatkan menjadi bentuk tabung kecil, tampon juga tersedia dalam berbagai bentuk dan ukuran yang dapat dipilih sesuai keperluan mengingat derasnya menstruasi. 

Pembalut Wanita Jaman Dulu Tampon
[img source]
Tapi, tampon tidak langsung sukses dan terkenal begitu saja, mengingat cara penggunaannya yang dimasukkan pada liang vagina untuk menyerap darah menstruasi. Memang, banyak orang yang khawatir tentang penggunaan tampon, seperti apakah tampon bisa lenyap dalam tubuh kita atau dapat menghilangkan keperawanan (merusak selaput dara).


Pada perkembangan berikutnya saat Perang Dunia I, perawat Perancis menemukan bahwa perban selulosa bisa menyerap darah dengan baik, ketika mereka merawat tentara yang luka-luka. Dari situlah pembalut dibuat dengan menggunakan perban. Dalam waktu yang sama, inovasi pembalut wanita pun mulai cepat terjadi. Sejak saat itu banyak perusahaan yang terus mengembangkan pembalut menstruasi untuk wanita. Pada tahun 1960-an, pembalut wanita yang menggunakan belt mulai digantikan dengan pembalut yang menggunakan perekat yang berfungsi untuk menahan pada bagian bawah celana dalam.
Pada awal abad ke 21 ini, kembali kepada trend pembalut wanita yang terbuat dari bahan bahan alami. Tentu saja dengan teknologi pembuatan yang menjamin aspek kenyamanan, kebersihan dan kesehatan bagi wanita di dunia.


This post have 0 comments


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement